SUKA-MEDIA.com – Tim Dosen dan Mahasiswa dari MNC University baru-baru ini melaksanakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan buat melestarikan, mendalami, dan memperkuat nilai budaya lokal. Program ini difokuskan pada seni Debus Banten, sebuah warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan tradisi. Seni Debus Banten, yang terkenal dengan aksi-aksi menantang dan sering dianggap bernuansa mistis, mendapat perhatian khusus dari tim pengabdian masyarakat ini. Mereka berkomitmen buat memastikan bahwa generasi muda masih mengenal dan memahami kekayaan budaya ini.
Penguatan Nilai Budaya Melalui Seni Debus
Dalam menyelenggarakan kegiatan ini, tim dari MNC University mengedepankan pendekatan terstruktur dan sistematis buat memastikan bahwa upaya mereka memberikan dampak konkret. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan mengadakan lokakarya dan pelatihan yang melibatkan para pelaku seni Debus serta masyarakat sekeliling. Dengan melibatkan komunitas lokal, tim bertujuan untuk membuat seni ini tak cuma dikenal luas, namun juga dipraktekkan dan dihargai oleh generasi muda. “Kami mau memastikan bahwa senioritas seni Debus tidak akan hilang seiring dengan berkembangnya era dan teknologi,” kata salah satu dosen yang terlibat dalam program ini.
Selain lokakarya, tim juga memperkenalkan program pembelajaran seputar sejarah dan filosofi di balik seni Debus. Hal ini diharapkan bisa memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung dalam seni tersebut. Mereka juga mengadakan obrolan panel yang menghadirkan pakar sejarah dan budaya untuk membahas isu-isu penting yang dihadapi seni tradisional di zaman modern. Peserta diajak untuk berdiskusi secara kritis, sehingga dapat memberikan masukan yang konstruktif buat usaha pelestarian yang lebih bagus ke depan.
Pemberdayaan Komunitas melalui Seni Tradisional
Program pengabdian masyarakat ini juga menekankan pemberdayaan komunitas setempat. Dengan menggali potensi yang eksis dan memberikan ruang bagi pelaku seni lokal untuk berekspresi, diharapkan muncul kolaborasi yang dapat memperkuat posisi seni Debus dalam kancah budaya nasional. Tim MNC University melakukan berbagai kegiatan yang mengedepankan kerja sama antara mahasiswa dan warga lokal, seperti proyek seni kolaboratif.
Mahasiswa diberi kesempatan untuk belajar langsung dari maestro Debus, mempelajari teknik-teknik alas hingga aksi yang lebih kompleks. “Belajar langsung dari para pakar memberikan pengalaman berharga dan wawasan baru tentang bagaimana seni tradisional ini sebenarnya dilakukan,” ujar salah satu mahasiswa peserta program. Pertukaran pengetahuan ini menjadi fondasi penting buat membangun wawasan baru di antara mahasiswa tentang pentingnya melestarikan tradisi.
Akibat dari kegiatan ini tak cuma dirasakan di lingkungan universitas, namun juga di seluruh komunitas Banten. Peningkatan minat terhadap seni Debus di kalangan generasi muda menjadi salah satu indikator keberhasilan program ini. Masyarakat setempat pun merasa lebih dihargai dan didukung untuk terus melestarikan seni budaya mereka. Dalam jangka panjang, diharapkan kegiatan serupa dapat diterapkan di wilayah lain dengan seni dan tradisi yang berbeda, buat menciptakan kesadaran nasional akan pentingnya melestarikan keragaman budaya Indonesia.






