SUKA-MEDIA.com – Pesan Inspiratif untuk Mahasiswa di Era Digital
Andi Yuslim Patawari (AYP), yang waktu ini menjabat sebagai Wakil Ketua Generik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), baru-baru ini menyampaikan sejumlah pesan penting kepada mahasiswa dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diadakan di MNC University, Selasa, 14 Oktober 2025. Kehadiran AYP di tengah acara tersebut disambut antusias oleh mahasiswa yang banyak menantikan pandangan serta wawasan dari seorang figur yang berpengalaman di bidang industri dan perdagangan. Pada kesempatan tersebut, AYP menekankan pentingnya persiapan diri di era serba digital yang semakin berkembang pesat.
“Kalian adalah generasi yang hayati di zaman digital, dan ini adalah keuntungan besar. Namun, dengan datangnya banyak peluang, muncul juga tantangan yang tidak kalah besarnya,” ujar AYP di tengah ceramahnya. Dalam zaman digital ini, peranan teknologi tidak mampu dilepaskan dari hampir semua aspek kehidupan, termasuk dalam internasional pendidikan dan industri. Oleh karena itu, AYP mendorong para mahasiswa untuk tak cuma menjadi pengguna teknologi, tetapi lebih dari itu, mereka harus mampu menjadi inovator yang dapat memanfaatkan teknologi buat menciptakan solusi atas berbagai masalah yang ada di masyarakat.
Tantangan Mendunia dan Kesiapan Mahasiswa di Masa Depan
Lebih lanjut, AYP memberikan pandangan mengenai tantangan global yang harus dihadapi oleh generasi muda waktu ini. Menurutnya, globalisasi dan digitalisasi menuntut adaptasi yang lekas dan efektif dari setiap individu. “Kita tak cuma bertanding di dalam negeri, namun juga secara mendunia. Oleh sebab itu, kompetensi dan keahlian harus lanjut dikembangkan,” tambahnya. AYP menekankan pentingnya soft skill selain hard skill yang dimiliki oleh setiap individu. Dengan perkembangan teknologi, kemampuannya buat berinteraksi secara efektif, memecahkan masalah, dan berpikir kritis menjadi semakin krusial.
Keterampilan komunikasi dan kerjasama tim, menurut AYP, harus terus diasah di bangku perkuliahan. “Jangan kotakkan diri kalian cuma pada satu bidang. Beranilah buat belajar hal baru dan, yang terpenting, beranilah buat gagal,” tegas AYP. Dia meyakini bahwa kegagalan adalah porsi penting dari proses pembelajaran yang akan membentuk mental dan karakter pemimpin masa depan. Tantangan dan perubahan yang lekas harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan tumbuh, bukan sebaliknya, menjadi alasan buat berhenti berusaha.
Pentingnya Penemuan dan Kreativitas dalam Menghadapi Perubahan
Dalam ceramahnya, AYP juga menyoroti pentingnya penemuan dan kreativitas, dua hal yang dianggapnya sebagai kunci keberhasilan di masa depan. Dia menegaskan bahwa mahasiswa perlu mengembangkan langkah berpikir inovatif untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang lekas di lingkungan sekeliling. “Jangan takut untuk berpikir out of the box, sebab ide paling gila sekalipun bisa menjadi pemecah kebuntuan dan membawa perubahan akbar,” jelas AYP.
Mahasiswa didorong buat mengolah kreativitas mereka melalui berbagai proyek dan kegiatan yang relevan dengan minat dan bakat mereka. AYP mengingatkan bahwa banyak inovasi akbar di internasional dimulai dari ide-ide sederhana yang kemudian dieksekusi dengan baik. Oleh karena itu, kolaborasi dan keterbukaan terhadap ide-ide baru harus menjadi budaya yang dibangun di lingkungan kampus. Mampu bekerja sama dengan orang dari berbagai latar belakang akan menghasilkan gagasan yang lebih kaya dan solutif.
Penutupan dengan Harapan dan Dorongan Berkelanjutan
Dalam penutupannya, AYP mengungkapkan harapannya agar para mahasiswa dapat memaksimalkan pengalaman belajar di kampus dan terus bersemangat dalam mengejar mimpi mereka. “Jangan berhenti belajar meskipun nanti kalian telah lulus. Belajar adalah proses yang tiada akhir,” pesan AYP di akhir ceramahnya. Belajar sepanjang hayat, katanya, adalah filosofi yang harus dipegang kukuh jika ingin lanjut relevan dan terupdate dengan perkembangan era.
AYP menekankan bahwa kunci dari perkembangan pribadi maupun profesional adalah kemampuan buat lanjut beradaptasi dan belajar dari pengalaman. Internasional lanjut berubah, dan masa depan tak dapat diprediksi; oleh sebab itu, mahasiswa harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan dengan sikap positif dan akal terbuka. Dengan demikian, generasi muda akan siap untuk menjadi pemimpin yang handal dan inovatif, bisa membawa perubahan positif bagi masyarakat dan dunia pada umumnya.





