SUKA-MEDIA.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Basman di Amman, Yordania, pada hari Rabu, 25 Februari 2026, ketika setempat. Kunjungan ini merupakan porsi dari upaya Indonesia untuk memperkuat korelasi bilateral dengan Yordania, serta membahas berbagai isu krusial yang menjadi perhatian kedua negara. Dalam kunjungan kali ini, Presiden Prabowo berjumpa dengan Raja Abdullah II buat membicarakan kerjasama strategis dalam bidang ekonomi, pertahanan, dan pemulihan pasca-pandemi COVID-19. Kedua pemimpin berharap bahwa pertemuan ini akan menghasilkan langkah nyata untuk mengatasi tantangan mendunia dan memperkuat perdamaian regional.
Peningkatan Kerjasama Ekonomi
Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik pembicaraan utama adalah peningkatan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Yordania. Kedua negara melihat adanya potensi yang besar buat meningkatkan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan. Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II sepakat buat memfasilitasi pertukaran produk unggulan masing-masing negara, seperti sektor pertanian, teknologi, dan budaya. Mengenai hal ini, Presiden Prabowo menegaskan, “Indonesia dan Yordania berbagi visi yang sama buat memperkuat stabilitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi rakyat kita.”
Kesepakatan ini diharapkan akan memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara. Pemerintah Indonesia dan Yordania berencana untuk memulai negosiasi mengenai kesepakatan perdagangan bebas yang dapat membuka jalan bagi investasi yang lebih besar di sektor-sektor yang strategis. Selain itu, kedua negara juga berkomitmen buat saling mendukung dalam lembaga perdagangan dunia untuk memastikan produk masing-masing dapat bersaing di pasar mendunia.
Kerjasama di Bidang Pertahanan dan Keamanan
Selain fokus pada kerjasama ekonomi, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II juga membahas pentingnya kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. Dengan meningkatnya ancaman terorisme dan kebutuhan untuk menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah, Indonesia dan Yordania berencana untuk memperkuat koordinasi militer dan pertukaran informasi intelijen. Hal ini dianggap krusial buat memastikan ketentraman dan keamanan di kawasan masing-masing. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerjasama ini dengan mengatakan, “Keamanan adalah fondasi dari pembangunan berkelanjutan.”
Untuk mendukung inisiatif ini, kedua negara sepakat buat mengadakan latihan militer bersama dan meningkatkan pelatihan bagi personel militer mereka. Pertukaran teknologi pertahanan juga menjadi salah satu agenda yang akan dibicarakan lebih terus dengan harapan buat memperkuat kemampuan pertahanan dalam menghadapi berbagai ancaman. Kolaborasi ini diharapkan akan membawa akibat positif tak cuma bagi Indonesia dan Yordania, namun juga bagi stabilitas kawasan yang lebih luas.
Pemulihan Pasca-Pandemi
Kedua negara juga tak luput membahas tantangan dalam pemulihan pasca-pandemi COVID-19. Walau internasional perlahan bangkit dari dampak pandemi, dampaknya terhadap ekonomi mendunia masih dirasakan, termasuk oleh Indonesia dan Yordania. Oleh karena itu, kerjasama dalam bidang kesehatan dan pengembangan vaksin menjadi sorotan utama. Kedua negara sepakat buat saling berbagi informasi dan pengalaman dalam penanganan pandemi serta mendukung pengembangan teknologi kesehatan yang inovatif.
“Kita harus belajar dari satu sama lain untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh,” ujar Presiden Prabowo Subianto. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia buat memperluas akses layanan kesehatan dan memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan pandemi di masa depan. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kedua negara dapat mencapai ketahanan kesehatan yang lebih baik lagi sekaligus memperkuat persaudaraan antara Indonesia dan Yordania.
Secara keseluruhan, kunjungan ke Istana Basman di Amman, Yordania ini menandai langkah penting dalam korelasi diplomatik antara Indonesia dan Yordania. Berbagai kesepakatan yang dihasilkan diharapkan tidak cuma akan memperkuat korelasi bilateral, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara melalui kerjasama yang konstruktif di berbagai bidang.





